| Add caption |
EVALUASI KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
(KTSP) SDN 194/I SUNGAI ABANG
A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Menurut Suryo subroto,(2010:32-33)”Kurikulum
adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh
anak didiknya, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
BNSP (2006:7) menyatakan
bahwa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional
yang disusun oleh dan dilaksanakan di
satuan masing-masing satuan pendidikan.
Sekolah dapat
mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi sekolah, permasalahan
sekolah dan kebutuhan sekolah, tetapi tetap mengacu pada standar nasional
pendidikan. Sekolah harus mampu mengembangkan visi, misi, dan tujuan tingkat
satuan pendidikan; struktur dan muatan; kalender pendidikan; silabus dan
rencana pelaksanaan pembelajaran.
B. Pentingnya evaluasi kurikulum
Evaluasi kurikulum
memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan
pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk
memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui
kurikulum yang bersangkutan.
1.
Untuk perbaikan program
Bersifat konstruktif, karena informasi
hasil evaluasi dijadikan input bagi perbaikan yang diperlukan di dalam program
kurikulum yang sedang dikembangkan.
2.
Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak
Diperlukan semacam pertanggungjawaban
dari pihak pengembang kurikulum kepada berbagai pihak yang berkepentingan.
3.
Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan
C. Tujuan Evaluasi Kurikulum
Pelaksanaan
sebuah kurikulum perlu dimonitoring dan dievaluasi. Evaluasi ini penting
dilaksanakan bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah sebuah kurikulum
sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya ataukah belum.
Kurikulum perlu dievaluasi untuk mengetahui ketercapaiannya. Pelaksanaan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SD Negeri 194/I Sungai Abang.
1)
Metode yang diterapkan dalam
pemebelajaran
Pemilihan dan penggunaan strategi
atau metode pembelajaran yang digunakan oleh guru sudah mengarah pada pemilihan
strategi atau metode pembelajaran yang dianjurkan dalam KTSP. Untuk menciptakan
kondisi kelas yang menyenangkan, menantang dan konstekstual, guru telah
mengurangi metode ceramah dalam pembelajaran. Meskipun, guru menggunakan metode
ceramah itupun hanya sekedar untuk mengantarkan siswa dalam memahami materi.
Guru dalam pembelajaran
telah menerapkan metode yang bervariasi, diskusi, tanya jawab, observasi serta
penugasan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi atau
materi yang harus dikuasai siswa dan waktu yang tersedia.
Guru telah berusaha
menerapkan pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Paikem).
Kelas telah ditata sangat rapi. Dinding kelas banyak ditempelkan poster-poster
dan gambar-gambar hasil karya siswa, selain itu juga dipajangkan map berisi
portofolio hasil karya siswa. Pengaturan meja belajar sering disesuaikan dengan
metode belajar yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, guru
telah menggunakan media pembelajaran yang variatif untuk menunjang pemahaman
siswa terhadap meteri pelajaran.
2)
Materi
Dalam pelaksanaan
pembelajaran guru memahami materi ajar secara keseluruhan , seandainya terbentur
ada materi yang kurang dipahami dan masih bingung dalam menyampaikan kepada peserta
didik, guru berkolaborasi dan berdiskusi dengan teman sejawat untuk memecahkan
dan mencari solusi alternative. Kemudian di sekolah juga sering mengadakan KKG
Mini untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam penyampaian materi atau
informasi.
3) Sistem Penilaian yang diterapkan
dalam pembelajaran
Penilaian hasil belajar
merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan,
penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi, pengolahan, dan penggunaan
informasi, baik untuk tindak lanjut bagi perbaikan kualitas pembelajaran maupun
untuk menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar
dilaksanakan melalui berbagai teknik, seperti tes tertulis yang digunakan untuk
mengukur aspek kognitif, tes praktik untuk mengukur aspek keterampilan, dan
observasi atau pengamatan untuk menilai aspek
afektif.
Penilaian dalam KTSP
menganut prinsip penilaian berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya
memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri.
Penilaian hasil belajar dalam KTSP dapat dilakukan dengan penilaian berbasis
kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan , benchmarking,
dan penilaian program.
D. Kesimpulan
Kemajuan bangsa
Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diperoleh oleh generasi
sekarang. Pendidikan yang berkualitas harus memiliki input, dan proses yang berkualitas pula. Kurikulum sebagai input yang sangat penting untuk mencapai
tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan harus disusun secara baik.
Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program,
pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP. Pelaksanaan
KTSP Di SDN 194/I Sungai Abang , Guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah
mulai menunjukkan kekreatifan tanpa memandang kekurangan dari sarana dan
prasarana yang ada di sekolah dalam
memilih metode dan media serta penilaian yang digunakan dan menyesuaikannya dengan
materi serta tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.
Guru tanpa malu berdiskusi memecahkan permasalahan atau kesulitan dan
ketidakpahaman tentang materi dan cara penyampaiannya kepada siswa dengan
kolaborasi dengan teman sejawat. Untuk menciptakan generasi yang handal dimasa
depan harus dimulai dari guru yang
kreatif dan inovatif dan bersedia menjadi manusia pembelajar. Kepala sekolah telah melakukan
pengawasan KTSP melalui kegiatan supervisi yang dilakukan setahun sekali.
DAFTAR
PUSTAKA
Badan
Standar Nasional Pendidikan, 2006. Panduan
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan
Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suryosubroto, B., 2010. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Nah, evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. 😊
BalasHapusDengan evaluasilah kita dapat melihat sejauh mana keterpakaian dan keberhasilan suatu kurikulum
HapusEvaluasi rerhadap pemberlakuan Kurikulum itu perlu dilakukan agar dapat mengetahui tentang : Tingkat Ketercapaian atau Kebermanfaatan Keberhasilan dalam menghasilkan Output dan Outkam
BalasHapusIya bapak betul sekali
HapusSalah satu perubahan yang menonjol pada KTSP dibanding dengan kurikulum sebelumnya adalah KTSP bersifat desentralistik. Artinya, segala tata aturan yang dicantumkan dalam kurikulum, yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintah pusat, dalam KTSP sebagian tata aturan dalam kurikulum diserahkan untuk dikembangkan dan diputuskan oleh pihak di daerah atau sekolah. Meski terdapat kebebasan untuk melakukan pengembangan pada tingkat satuan pendidikan, namun pengembangan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
BalasHapusBenar,dalam KTSP sekolah di beri kebebasan mengembangkan kurikulum sesuai dengan culture, kebutuhan dan karKteristik kondisi lingkungan setempat yg akAn menjadi penunjang dalam pengimplementasian kurikulum tersebut. Akan tetapi satuan pendidikan harus tetap mengacu k BSNP
Hapussetiap kurikulum pastinya memiliki evaluasi yg berbeda2 tapi tetap sama agar pelaksanaan pmbelajaran kdepannya lebih baik lagi.
BalasHapusSekolah dapat menggunakan alat evaluasi yg berbeda tapi yang jelas tujuan dari evaluasi kurikulum adalah meninjau sejauh mana keterpakaian dan keberhasilan suatu kurikulum
HapusPendidikan berkualitas terwujud apabila dimulai dari rumah(informal), sekolah (formal), dan masyarakat(nonformal) yang sudah barang tentu 3 komponen pendukung implementasi kurikulum yang saling keterkaitan , namun dari ketiga komponen tersebut yang dominan adalah sekolah . Berkaitan dengan sekolah berarti mengenai diri guru yang harus memiliki kompetensi sebagaimana dipersyatkan yakni : memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi paedagogi, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Mengapa demikian, karena jika imput dan perangkat kurikulum yang baik saja tidak memberi jaminan perkembangan peserta didik akan optimal , tentu dalam hal ini proses sangat menentukan.
BalasHapusBenar pak sebagai guru profesional sudah sepatutnyalah harus memiliki 4 kompetensi. yang nanti akan berdampak dalam melaksanakan pembelajaran
HapusPenilaian hasil belajar merupakan suatu kegiatan pendidikan yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kopetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran penilaian hasil belajar satu pilar dalam pelaksanaan KTSP.
BalasHapusHasil belajar peserta didik dapat dijadikan acuan dalam evaluasi kurikulum dan perbaikan kurikulum
HapusAsslmkum....Evaluasi Kurikulum Ini sangat Penting sebab untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.Dan Harus ada Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak
BalasHapussemacam pertanggungjawaban dari pihak pengembang kurikulum kepada berbagai pihak yang berkepentingan.Terima Kasih
Benar pak. evaluasi kurikulum menjadi penting dalam sebuah pelaksanaan kurikulum. Evaluasi dijadikan pedoman apakah kurikulum dapat dipakai atau tidak
HapusKurikulum sendiri merupakan hasil pemikiran manusia. Maka sudah sewajarnya bila dalam pelaksanaanya belum tentu membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Evaluasi kurikulum merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangankekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusdari paparan ibu suci di atas dpat di simpulkan bahwasanya kemajuan bangsa indonesia di tentukan oleh kualitas pendidikan dan kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalalm lingkup yang luas dan merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidiakn,dan dalam hal ini siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya,lingkungan orang-orang,alat-alat dan ide-ide,dan tugas utama seorang guru pun adalah menciptakan lingkungan tersebut ,untuk mendorong siswa melakukan interaksi yg produktif dan memberikan rancangan dlam suatu rencana mengajar dan dalam menentukan materi pembelajran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan.dan dari evaluasi tersebut merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum. semoga dengan adanya kurikulum KTSP maupun kurikulum 2013 bisa diterapkan dan terlaksanya proses pembelajran dengan baik..trima kasih...
BalasHapusGuru disekolah tempat survei evaluasi kurikulum, sudah berbuat menjadi guru pembelajar yang kreatif inovatif dengan berkolaboratif untuk menuntaskan masalah yang dihadapi kegiatan yang demikian perlu diteruskan dan ditingkatkan. Memang kita tidak sendiri dalam mengimplementasikan kurikulum semua guru,kepala sekolah, komite sekolah, TU, pustakawan dan penjaga sekolah termasuk masyarakat disekitar sekolah harus komitmen untuk mewujudkan pendidikan dengan penanaman karakter sebagaimana tuntutan kurikulum yang telah ditetapkan bersama
BalasHapusKonten kurikulum, kualitas guru, proses kbm, sarana yang memadai, masyarakat, dan pemerintah ,dan sistem pendidikan yang saling keterpaduan memungkinkan output pendidikan akan berkualitas, terlebih secara kontinu dan berkala itu harus dievaluasi tentu dari hasil evaluasi akan ditindaklanjuti untuk perbaikan kurikulum tersebut agar azas manfaat dan kerterpakaian dengan dudi sebagaimana perkembangan iptek saat ini .
BalasHapusDari penjelasan yang ibu jabarkan dapat saya simpulkan bahwa, dari segi metode yang diterapkan disekolah ibu telah berjalan dengan baik, karena Guru telah berusaha menerapkan pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Paikem). Sehingga menciptakan kondisi kelas yang menyenangkan, menantang dan konstekstual.
BalasHapusAyo...kita sebagai guru trs berinovasi,,
BalasHapusApapun kurikulum nya,,, mari bersama memajukn dan mencerdaskn ank bangsa..
Ayo...kita sebagai guru trs berinovasi,,
BalasHapusApapun kurikulum nya,,, mari bersama memajukn dan mencerdaskn ank bangsa..
Kurikulum apapun yang diterapkan perlu diiringi dengan inovasi dan pembaruan dalam cara menyampaikan materi pembelajaran agar dapat ditrima dengan baik oleh siswa. Intinya pembelajaran akan berhasil jika kurikulum yang digunakan diimplementasikan dengan berbagai kreatifitas oleh sang eksekutor(guru) dan teknik penyampaian yang dilakukan dapat menarik perhatian siswa.
BalasHapusDari paparan diatas bahwa Sekolah ibu, tenaga pendidik ya sudah mulai menyadari betapa pentingnya evaluasi disekolah, semoga sekolah ibu tetap mempertahankan kekompakanya dan tetap meningkatkan pendidikan agar lebih meningkat... Waslm...
BalasHapusPertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
BalasHapusPertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.
Pada kurikulum KTSP sekolah lebih dituntut untuk berkreasi dan berkompetensi dalam merencanakan dan menyusun kurkulum tsb lalu mampu melaksanakan trutam tingkat satuan sekolah tsb .
BalasHapusPada kurikulum KTSP sekolah lebih dituntut untuk berkreasi dan berkompetensi dalam merencanakan dan menyusun kurkulum tsb lalu mampu melaksanakan trutam tingkat satuan sekolah tsb .
BalasHapusSuatu kenyataan yang harus diakui adalah bahwa SKL yang tercantum dalam Permen nomor 23 tahun 2005 adalah pengembangan lebih lanjut dari kompetensi yang dihasilkan ketika pemerintah mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi di awal tahun 2000 sampai tahun 2004. Oleh karena itu memang terjadi beberapa kelemahan konseptual dalam rumusan standar tersebut sehingga apabila ada kesulitan membedakan SKL tersebut dengan kompetensi maka hal tersebut bukan sesuatu yang men-cengangkan. Meski pun demikian, secara konseptual keberhasilan KTSP harus diukur dari SKL dan ukuran itu harus berkenaan dengan dua komponen konten yang ada pada rumusan standar yaitu substansif, sikap, dan keterampilan.
BalasHapusSangat menarik penjelasan tentang penilaian kurikulum yang bapak jabarkan. Jadi penilaian pada kurikulum 2013 dapat dilaksanakan salah satunya dengan cara variatif misalnya melalui observasi, tulisan, lisan, penugasan, praktek, dan fortofolio.
BalasHapusItu yang diharapkan dqpat memunculkan kreatifitas meskipun banyak kekurangan dalam pengimplementasian k13
BalasHapusItu yang diharapkan dqpat memunculkan kreatifitas meskipun banyak kekurangan dalam pengimplementasian k13
BalasHapusApapun kurikulumnya,dengan niat dan kemauan dari seorang guru untuk selalu berinovasi menjadikan kurikulum lebih bermakna dan berhasil
BalasHapusApapun kurikulumnya,dengan niat dan kemauan dari seorang guru untuk selalu berinovasi menjadikan kurikulum lebih bermakna dan berhasil
BalasHapusevaluasi kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum khususnya, dan pendidikan pada umumnya sehingga pengetahuan dan pemahaman tentang evaluasi kurikulum dituntut bagi setiap guru, kepala sekolah dan pengembang pendidikan lainnya untuk menjawab permasalahan –permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan melalui suatu proses pembenahan dan inovasi di segala sektor sehingga pada akhirnya kualitas pendidikan di tanah air kita akan meningkat.
BalasHapusPelaksanaan Evaluasi KTSP sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP.
BalasHapusEvaluasi dan penilaian pd hakekatnya mrupakn suatu proses mbuat kputusan ttg nlai suatu objek
BalasHapusEvaluasi kurikulum memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijakan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijakan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan.
BalasHapusnice info banget kak
BalasHapusTolak angin anak