Rabu, 08 November 2017

Evaluasi Kurikulum


Add caption

EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 
                                        (KTSP) SDN 194/I  SUNGAI ABANG
 
A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Menurut Suryo subroto,(2010:32-33)”Kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
BNSP (2006:7) menyatakan bahwa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun  oleh dan dilaksanakan di satuan masing-masing satuan pendidikan.
Sekolah dapat mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi sekolah, permasalahan sekolah dan kebutuhan sekolah, tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. Sekolah harus mampu mengembangkan visi, misi, dan tujuan tingkat satuan pendidikan; struktur dan muatan; kalender pendidikan; silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
B. Pentingnya evaluasi kurikulum
Evaluasi  kurikulum  memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
1.      Untuk perbaikan program
Bersifat konstruktif, karena informasi hasil evaluasi dijadikan input bagi perbaikan yang diperlukan di dalam program kurikulum yang sedang dikembangkan.
2.      Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak
Diperlukan semacam pertanggungjawaban dari pihak pengembang kurikulum kepada berbagai pihak yang berkepentingan.
3.      Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan
C. Tujuan Evaluasi Kurikulum
Pelaksanaan sebuah kurikulum perlu dimonitoring dan dievaluasi. Evaluasi ini penting dilaksanakan bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah sebuah kurikulum sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya ataukah belum. Kurikulum perlu dievaluasi untuk mengetahui ketercapaiannya. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SD Negeri 194/I Sungai Abang.
1)      Metode yang diterapkan dalam pemebelajaran
Pemilihan dan penggunaan strategi atau metode pembelajaran yang digunakan oleh guru sudah mengarah pada pemilihan strategi atau metode pembelajaran yang dianjurkan dalam KTSP. Untuk menciptakan kondisi kelas yang menyenangkan, menantang dan konstekstual, guru telah mengurangi metode ceramah dalam pembelajaran. Meskipun, guru menggunakan metode ceramah itupun hanya sekedar untuk mengantarkan siswa dalam memahami materi.
Guru dalam pembelajaran telah menerapkan metode yang bervariasi, diskusi, tanya jawab, observasi serta penugasan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi atau materi yang harus dikuasai siswa dan waktu yang tersedia.
Guru telah berusaha menerapkan pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Paikem). Kelas telah ditata sangat rapi. Dinding kelas banyak ditempelkan poster-poster dan gambar-gambar hasil karya siswa, selain itu juga dipajangkan map berisi portofolio hasil karya siswa. Pengaturan meja belajar sering disesuaikan dengan metode belajar yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, guru telah menggunakan media pembelajaran yang variatif untuk menunjang pemahaman siswa terhadap meteri pelajaran.
2)      Materi
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru memahami materi ajar secara keseluruhan , seandainya terbentur ada materi yang kurang dipahami dan masih bingung dalam menyampaikan kepada peserta didik, guru berkolaborasi dan berdiskusi dengan teman sejawat untuk memecahkan dan mencari solusi alternative. Kemudian di sekolah juga sering mengadakan KKG Mini untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam penyampaian materi atau informasi.
       3)  Sistem Penilaian yang diterapkan dalam pembelajaran
Penilaian hasil belajar merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi, pengolahan, dan penggunaan informasi, baik untuk tindak lanjut bagi perbaikan kualitas pembelajaran maupun untuk menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilaksanakan melalui berbagai teknik, seperti tes tertulis yang digunakan untuk mengukur aspek kognitif, tes praktik untuk mengukur aspek keterampilan, dan observasi atau pengamatan untuk menilai aspek afektif.
Penilaian dalam KTSP menganut prinsip penilaian berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri. Penilaian hasil belajar dalam KTSP dapat dilakukan dengan penilaian berbasis kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan , benchmarking, dan penilaian program.
D. Kesimpulan
Kemajuan bangsa Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diperoleh oleh generasi sekarang. Pendidikan yang berkualitas harus memiliki input, dan proses yang berkualitas pula. Kurikulum sebagai input yang sangat penting untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan harus disusun secara baik.
Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP. Pelaksanaan KTSP Di SDN 194/I Sungai Abang , Guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah mulai menunjukkan kekreatifan tanpa memandang kekurangan dari sarana dan prasarana yang ada  di sekolah dalam memilih metode dan media serta penilaian  yang digunakan dan menyesuaikannya dengan materi serta tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.
Guru tanpa malu berdiskusi memecahkan permasalahan atau kesulitan dan ketidakpahaman tentang materi dan cara penyampaiannya kepada siswa dengan kolaborasi dengan teman sejawat. Untuk menciptakan generasi yang handal dimasa depan harus  dimulai dari guru yang kreatif dan inovatif dan bersedia menjadi manusia pembelajar. Kepala sekolah telah melakukan pengawasan KTSP melalui kegiatan supervisi yang dilakukan setahun sekali.


DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suryosubroto, B., 2010. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.