KONSEP
DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. DEFINISI KURIKULUM
Kurikulum merupakan alat untuk
mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan
pendidikan. Secara termilogis, istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung
pengertian sebagai sejumlah pengetahuan
atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk
mencapai satu tujuan pendidikan.
Dalam pengertian “intrinsic”
kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan. Artinya, semua gerak
kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang
direncanakan kurikulum. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang
berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Pengembangan potensi peserta didik
menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum.
Sehubungan dengan banyaknya definisi
tentang kurikulum, dalam implementasi kurikulum kiranya perlu melihat definisi
kurikulum yang tercantum dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 1 ayat (19) yang berbunyi: kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.
Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan
bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:
- peningkatan iman dan takwa;
- peningkatan akhlak mulia;
- peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
- keragaman potensi daerah dan lingkungan;
- tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
- tuntutan dunia kerja;
- perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
- agama;
- dinamika perkembangan global; dan
- persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
Kurikulum
2013
sering disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum ini merupakan
kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia. Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang
mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa
dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi
serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi.
Kurikulum 2013 adalah
perangkat pendidikan yang dikembangkan pemerintah terkhusus oleh kementerian
pendidikan penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum
Kurikulum Berbasis Kopetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Pergantian kurikulum oleh kementrian pendidikan karena dianggap generasi bangsa
saat ini sangat jauh dari makna kata generasi terdidik. Generasi pintar, mampu
di era globalisasi, sangat menguasai teori, berpengetahuan tinggi dan
lain-lain. Akan tetapi kecerdasan keterampilan dan kepekaan sosial serta
bobroknya moral generasi sangat dibawah ambang batas bila dikatan sebagai
generasi emas bangsa. Maka dari itu dalam kurikulum 2013 ini lah karakter
bangsa lebih disorot atau dijunjung tinggi keberadaannya, sebagai langkah
menyelamatkan harkat martabat bangsa Indonesia.
B.
HUBUNGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Kurikulum terdiri dari komponen – komponen
yang saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain. Komponen yang membentuk
system kurikulum akan melahirkan system pengajaran, dan system pengajaran
itulah yang kan menjadi pedoman guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar
di dalam kelas. Maka dapat dikatakan bahwa system pengajaran merupakan
pengmbangan dari sistem kurikulumnya.
Kurikulum dan pengajaran merupakan dua hal
yang tak dapat dipisahkan walaupun keduanya memiliki posisi yang berbeda.
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang memberikan arah dan tujuan pendidikan,
serta isi yang harus dipelajari. Sedangkan pengajaran adalah proses yang
terjadi dalam interaksi belajar mengajar antara guru dengan siswa.
Tanpa kurikulum sebagai sebuah rencana,
maka pembelajaran dan pengajaran tidak akan efektif, demikian juga tanpa adanya
pembelajaran, maka kurikulum tidak berarti apa-apa. Kurikulum berkaitan erat
dengan apa yang harus diajarkan, sedangkan pengajaran mengacu pada bagaimana
cara mengajarkannya.
C.
PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM
Kurikulum memiliki
peranan penting dalam sistem pendidikan. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum
harus didasarkan pada landasan yang kuat dan prinsip – prinsip yang sesuai agar
tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam implementasi pendidikan.
”Pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah proses penyusunan rencana
tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara
mempelajarinya”.
(Sanjaya: 2008).
”Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen
situasi belajar mengajar, antara lain penetapan jadwal pengorganisasian
kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan,
sumber, dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi
sumber sumber unit, dan garis pelajaran kurikulum ganda lainnya, untuk
memudahkan proses belajar mengajar.”Berikut adalah landasan dalam penyusunan
kurikulum:
a.UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional
b.Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL Pendidikan Dasar dan menengah
c.Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan menengah
b.Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar danmenengah
b.Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan
b.Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL Pendidikan Dasar dan menengah
c.Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan menengah
b.Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar danmenengah
b.Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan
D.
DASAR PENGELOMPOKKAN MATA PELAJARAN
Ada sejumlah ahli teori kurikulum yang berpendapat bahwa
kurikulum bukan hanya meliputi semua kegiatan yang direncanakan melainkan juga
peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah, jadi selain
kegiatan kurikuler yang formal juga kegiatan yang tak formal. Yang terakhir ini
sering disebut kegiatan ko-kurikuler atau ekstra-kurikuler.
Kurukulum
formal meliputi:
1. Tujuan
pelajaran, umum dan spesifik.
2. Bahan
pelajaran yang tersusun sistematis.
3. Strategi
belajar-mengajar serta kegiatan-kegiatannya.
4. Sistem
evaluasi untuk mengetahui hingga mana tujuan tercapai.
Kurikulum tak formal terdiri atas kegiatan-kegiatan yang
juga direncanakan akan tetapi tidak berkaitan langsung dengan pelajaran
akademis dan kelas tertentu. Kurikulum ini dipandang sebagai pelengkap
kurikulum formal. Yang termasuk kurikulum tak-formal ini antara lain:
Pertunjukan sandiwara, pertandingan antar kelas atau antar sekolah, perkumpulan
berbagai hobby, dan lain-lain.
E.
TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN KURIKULUM
1. Studi
kelayakan dan kebutuhan
Pengembang
kurikulum melakukan kegiatan analisis kebutuhan program dan merumuskan
dasar-dasar pertimbangan bagi pengembangan kurikulum tersebut. Untuk itu si pengembang
perlu melakukan studi dokumentasi dan/atau studi lapangan.
2. Penyusunan
konsep awal perencanaan kurikulum
Konsep
awal ini dirumuskan berdasarkan rumusan kemampuan, selanjutnya merumuskan
tujuan, isi, strategi pembelajaran sesuai dengan pola kurikulum sistemik.
3. Pengembangan
rencana untuk melaksanakan kurikulum
Penyusunan
rencana ini mencakup penyusunan silabus, pengembangan bahan pelajaran dan
sumber-sumber material lainnya.
4. Pelaksanaan
uji coba kurikulum di lapangan
Pengujian
kurikulum di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keandalannya,
kemungkinan pelaksanaan dan keberhasilannya, hambatan dan masalah-masalah yang
timbul dan faktor-faktor pendukung yang tersedia, dan lain-lain yang berkaitan
dengan pelaksanaan kurikulum.
5. Pelaksanaan
kurikulum
Ada
2 kegiatan yang perlu dilakukan, ialah :
·
Kegiatan
desiminasi, yakni pelaksanaan kurikulum dalam lingkup sampel yang lebih luas.
·
Pelaksanaan
kurikulum secara menyeluruh yang mencakup semua satuan pendidikan pada jenjang
yang sama.
6. Pelaksanaan
penilaian dan pemantauan kurikulum
Selama
pelaksanaan kurikulum perlu dilakukan penialaian dan pemantauan yang berkenaan
dengan desain kurikulum dan hasil pelaksanaan kurikulum serta dampaknya.
7. Pelaksanaan
perbaikan dan penyesuaian
Berdasarkan
penilaian dan pemantauan kurikulum diperoleh data dan informasi yang akurat,
yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan pada kurikulum
tersebut bila diperlukan, atau melakukan penyesuaian kurikulum dengan keadaan.
Masalahnya
konsep yang baik atau sebagus apapun kurikulumnya, tidak akan
terimplementasikan dengan baik, jika
terkait dengan varian yang ada dalam sekolah-sekolah yang berbeda seperti fasilitas, kualitas
guru yang masih menggantungkan metode
dan strategi pembelajaran mereka hanya terbatas pada buku pegangan, kualitas
kepemimpinan dan juga kualitas informasi dan daya dukung.
DAFTAR PUSTAKA
Permendikbud
Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL
Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan MenengahPermendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendikbud Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:
Kencana
Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan :)
BalasHapusKurikulum pada hakekatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada peserta didik. Oleh karena itu kurikulum harus dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni Pancasila
HapusProses penerapan kurikulum bs berjalan dengan baik apabila semua komponen yg akan d capai sudah memadai,,
BalasHapusContoh sarana dan prasarana, kemampuan tenaga pendidik dan peningkatan kompetensi guru itu sendiri,, sehingga semuanya bisa tercapai sesuai dengan tujuan
Benar sekali pak,semua aspek harus saling terintegrasi dgn baik,saling mendukung satu sama lain,agar kurikulum itu dpt mencapai tujuan yg sebenarnya,bkn hanya sebagai sebuah dokumen
HapusDesain kurikulum yang bagus tanpa ada kolaborasi dari seluruh warga sekolah, daya dukung dan stakeholder sudah tentu akan menghambat tujuan yang telah direncanakan dalam kurikulum itu sendiri
HapusKurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran
BalasHapusMengingat kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan pedoman pelaksanaan pembelajaran maka perumusan tujuan merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam sebuah kurikulum. Karena dengan tujuan yang jelas dapat memberikan arahan kepada guru dalam menentukan bahan atau materi yang harus dipelajari, menentukan metode dan strategi pembelajaran.
HapusPelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadu
BalasHapusKurikulum 2013 disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Yang dalam pelaksanaan nya tidak tampak lagi permata pelajaran, sudah terintegrasi dalam sebuah teman dan memiliki 3 aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, sikap dan perilaku dan keterampilan
HapusTerimah kasih informasinya.sangat bermanfaat untuk menambah ilmu mengenai kurikulum.
BalasHapusSama-sama bu, kurikulum merupakan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran, karena pembelajaran dan kurikulum dua hal yang tidak dapat dipisahkan
HapusApapun Kurikulumnya tetaplah terdapat fungsi bagi setiap yang terlibat di dalamnya, baik bagi guru, siswa, sekolah maupun pemerintah, yang kesemuanya itu menuju satu arah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
BalasHapussemua warga sekolah, sarana dan prasarana serta stakeholder harus selaras mendukung semua desain kurikulum sehingga implementasinya akan membuahkan hasil yang optimal sehingga tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa akan terwujud dengan terbentuknya peserta didik yang berkarakter mulia, cerdas, terampil dan memiliki kecakapan hidup dalam menghadapi zaman yang semakin berkembang
HapusAda kurikulum ada siswa ada sarana dan prasarana tetapi tidak ada kesiapan dari guru apakah kurikulum akan terlaksana?
BalasHapusdisini lah inti pentingnya. sebuah kurikulum dapat terlaksana dgn baik dari cara guru mengajarkan secara kreatif atau tidak. percuma bila semua terpenuhi bila guru tersebut tidak bisa memanfaatkan tuk pengajaran yang lebih baik.
HapusGuru memiliki peranan yang sangat besar dalam dunia pendidikan terkhusus dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan dapat menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.
HapusBagaimana strategi implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran?
BalasHapusBagaimana strategi implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran?
BalasHapusStrategi Implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan: 1) Pembelajaran Kontektual (CTL),2) Strategi belajar tuntas, 3) Bermain peran, 4) Pembelajaran partisipatif. Selain itu salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi K13 adalah kreativitas guru.Guru sebagai fasilitator harus dapat memberikan ruang kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan kreatif dalam PBM, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, efektif dan bermakna yang memperkenalkan kehidupan kepada peserta didik sesuai dengan konsep LEARNING TO KNOW, LEARNING TO DO, LEARNING TO BE dan LEARNING TO LIVE TOGETHER
BalasHapusSuksesnya Implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran tidak lepas dari partisipasi dan dukungan orang tua siswa dan lingkungan sekitarnya, untuk itu perlu juga dilakukan pendekatan ke berbagai unsur.
HapusDalam implementasi kurikulum di sekolah kadang terhadi berbagai kendala dan hambatan di lapangan, baik dari faktor internal maupun faktor eksternal sekolah
BalasHapusTantangan internal terkait dengan kondisi pebdidikan yang mengacu 8 standar nasional pendidikan. sedangkan eksternal berkaitan dengan masa depan, [ersepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta sebagai fenomena negatif yang mengemuka
Hapusimplementasi kurikulum 2013 ini kita di tuntut untuk mengorganisasikan pembelajaran secara efektif.
BalasHapusLebih lengkap lagi jika kita sebagai pendidik dapat mendesain pembelajaran dengan sebaik mungkin dengan menekankan pembelajaran yang mengedepankan pendekatan saintifik, sehingga siswa aktif dalam PBM dengan suasana kondisi kelas yang menyenangkan
HapusPengembangan kurikulum 2013 menuntut kemampuan guru untuk mengelola dan mengemas pelajaran yang ingin disampaikan
BalasHapusSebagai pendidik profesional sudah jadi kewajiban untuk mendesain pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik yang memuusatkan peserta didik sebagai objek dalam pembelajaran dengan menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, aktif, kreatif dan inovatif
HapusKurikulum 2013 siap untuk dilanjutkan...yes...
BalasHapusKurikulum 2013 disebut kurikulum berbasis karakter dan secara resmi menggantikan KTSP
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya setuju seperti yang ditulis diatas Tanpa kurikulum sebagai sebuah rencana, maka pembelajaran dan pengajaran tidak akan efektif, demikian juga tanpa adanya pembelajaran, maka kurikulum tidak berarti apa-apa.
BalasHapusKurikulum dan pembelajaran harus selaras dalam penyelenggaraan pendidikan. Kedua fungsi tersebut merupakan salah satu sentral dalam mencapai tujuan pendidikan
Hapusbenar sekali, sebagus apapun kurikulumnya, tidak akan terimplementasikan dengan baik, jika terkait dengan varian yang ada dalam sekolah-sekolah yang berbeda seperti fasilitas, kualitas guru yang masih menggantungkan metode dan strategi pembelajaran mereka hanya terbatas pada buku pegangan, kualitas kepemimpinan dan juga kualitas informasi dan daya dukung. maka dari itu kurikulum harus mampu meningkatkan kegiatan siswa dalam belajar :)
BalasHapusYa, semua komponen itu harus berjalan berdampingan dan saling mengisi dalam pelaksanaan dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu lembaga pendidikan
HapusImplementasi kur 2013 akan berhasil dengan baik apabila seluruh elemen yang terlibat mau berperan aktif dalam pelaksanaannya
BalasHapusTanpa ada kolaborasi yang baik dari berbagai elemen yang saling mendukung sudah pasti akan mempersulit dalam pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum 2013, memang harus ada saling mengoptimalkan perannya masing2 masing dalam menyongsong K13
HapusKuriklm mrupakn salh satu alat utk mncapai tjuan
BalasHapusDikarena kurikulum merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan maka desain kurikulum sangatlah mendukung penting dengan memperhatikan tantangan interen dan eksteren.
HapusKurikulum merupakan pedoman dalam proses belajar mengajar yang berkualitas, jadi desain kurikulum memang harus dicermati dengan seksama
BalasHapusUntuk mendapatkan hasil yg optimal sesuai dengan tujuan pendidikan maka kurikulum harus didesain seefektif mungkin, yang memuat isi, tujuan dan cara yg akan dipedomani dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah
BalasHapuskurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...
BalasHapusSelama pelaksanaan kurikulum perlu dilakukan penialaian dan pemantauan yang berkenaan dengan desain kurikulum dan hasil pelaksanaan kurikulum serta dampaknya.
BalasHapusnice info sangat bagus sekali infonya
BalasHapustolak angin ingredients