Senin, 16 Oktober 2017

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM


 
KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

A. DEFINISI KURIKULUM
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Secara termilogis, istilah kurikulum  yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan  atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai  satu tujuan pendidikan.
Dalam pengertian “intrinsic” kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan. Artinya, semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum.
Sehubungan dengan banyaknya definisi tentang kurikulum, dalam implementasi kurikulum kiranya perlu melihat definisi kurikulum yang tercantum dalam Undang-undang  No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19) yang berbunyi: kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
 Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:
  1. peningkatan iman dan takwa;
  2. peningkatan akhlak mulia;
  3. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
  4. keragaman potensi daerah dan lingkungan;
  5. tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
  6. tuntutan dunia kerja;
  7. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
  8. agama;
  9. dinamika perkembangan global; dan
  10. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
Kurikulum 2013 sering disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum ini merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi.
Kurikulum 2013 adalah perangkat pendidikan yang dikembangkan pemerintah terkhusus oleh kementerian pendidikan penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum Kurikulum Berbasis Kopetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pergantian kurikulum oleh kementrian pendidikan karena dianggap generasi bangsa saat ini sangat jauh dari makna kata generasi terdidik. Generasi pintar, mampu di era globalisasi, sangat menguasai teori, berpengetahuan tinggi dan lain-lain. Akan tetapi kecerdasan keterampilan dan kepekaan sosial serta bobroknya moral generasi sangat dibawah ambang batas bila dikatan sebagai generasi emas bangsa. Maka dari itu dalam kurikulum 2013 ini lah karakter bangsa lebih disorot atau dijunjung tinggi keberadaannya, sebagai langkah menyelamatkan harkat martabat bangsa Indonesia.

B. HUBUNGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Kurikulum terdiri dari komponen – komponen yang saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain. Komponen yang membentuk system kurikulum akan melahirkan system pengajaran, dan system pengajaran itulah yang kan menjadi pedoman guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar di dalam kelas. Maka dapat dikatakan bahwa system pengajaran merupakan pengmbangan dari sistem kurikulumnya.
Kurikulum dan pengajaran merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan walaupun keduanya memiliki posisi yang berbeda. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang memberikan arah dan tujuan pendidikan, serta isi yang harus dipelajari. Sedangkan pengajaran adalah proses yang terjadi dalam interaksi belajar mengajar antara guru dengan siswa.
Tanpa kurikulum sebagai sebuah rencana, maka pembelajaran dan pengajaran tidak akan efektif, demikian juga tanpa adanya pembelajaran, maka kurikulum tidak berarti apa-apa. Kurikulum berkaitan erat dengan apa yang harus diajarkan, sedangkan pengajaran mengacu pada bagaimana cara mengajarkannya.

C. PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM
Kurikulum memiliki peranan penting dalam sistem pendidikan. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus didasarkan pada landasan yang kuat dan prinsip – prinsip yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam implementasi pendidikan. ”Pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya”.
(Sanjaya: 2008). ”Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar, antara lain penetapan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber, dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber sumber unit, dan garis pelajaran kurikulum ganda lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar.”Berikut adalah landasan dalam penyusunan kurikulum:
a.UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b.Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL Pendidikan Dasar dan menengah
c.Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi  Pendidikan Dasar dan menengah
b.Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses  Pendidikan Dasar danmenengah
b.Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan 

D. DASAR PENGELOMPOKKAN MATA PELAJARAN
Ada sejumlah ahli teori kurikulum yang berpendapat bahwa kurikulum bukan hanya meliputi semua kegiatan yang direncanakan melainkan juga peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah, jadi selain kegiatan kurikuler yang formal juga kegiatan yang tak formal. Yang terakhir ini sering disebut kegiatan ko-kurikuler atau ekstra-kurikuler.
Kurukulum formal meliputi:
1.  Tujuan pelajaran,  umum dan spesifik.
2.  Bahan pelajaran yang tersusun sistematis.
3.  Strategi belajar-mengajar serta kegiatan-kegiatannya.
4.  Sistem evaluasi untuk mengetahui hingga mana tujuan tercapai.
Kurikulum tak formal terdiri atas kegiatan-kegiatan yang juga direncanakan akan tetapi tidak berkaitan langsung dengan pelajaran akademis dan kelas tertentu. Kurikulum ini dipandang sebagai pelengkap kurikulum formal. Yang termasuk kurikulum tak-formal ini antara lain: Pertunjukan sandiwara, pertandingan antar kelas atau antar sekolah, perkumpulan berbagai hobby, dan lain-lain.

E. TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN KURIKULUM
1.      Studi kelayakan dan kebutuhan
Pengembang kurikulum melakukan kegiatan analisis kebutuhan program dan merumuskan dasar-dasar pertimbangan bagi pengembangan kurikulum tersebut. Untuk itu si pengembang perlu melakukan studi dokumentasi dan/atau studi lapangan.
2.      Penyusunan konsep awal perencanaan kurikulum
Konsep awal ini dirumuskan berdasarkan rumusan kemampuan, selanjutnya merumuskan tujuan, isi, strategi pembelajaran sesuai dengan pola kurikulum sistemik.
3.      Pengembangan rencana untuk melaksanakan kurikulum
Penyusunan rencana ini mencakup penyusunan silabus, pengembangan bahan pelajaran dan sumber-sumber material lainnya.
4.      Pelaksanaan uji coba kurikulum di lapangan
Pengujian kurikulum di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keandalannya, kemungkinan pelaksanaan dan keberhasilannya, hambatan dan masalah-masalah yang timbul dan faktor-faktor pendukung yang tersedia, dan lain-lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum.
5.      Pelaksanaan kurikulum
Ada 2 kegiatan yang perlu dilakukan, ialah :
·         Kegiatan desiminasi, yakni pelaksanaan kurikulum dalam lingkup sampel yang lebih luas.
·         Pelaksanaan kurikulum secara menyeluruh yang mencakup semua satuan pendidikan pada jenjang yang sama.
6.      Pelaksanaan penilaian dan pemantauan kurikulum
Selama pelaksanaan kurikulum perlu dilakukan penialaian dan pemantauan yang berkenaan dengan desain kurikulum dan hasil pelaksanaan kurikulum serta dampaknya.
7.      Pelaksanaan perbaikan dan penyesuaian
Berdasarkan penilaian dan pemantauan kurikulum diperoleh data dan informasi yang akurat, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan pada kurikulum tersebut bila diperlukan, atau melakukan penyesuaian kurikulum dengan keadaan.

            Masalahnya konsep yang baik atau sebagus apapun kurikulumnya, tidak akan terimplementasikan dengan baik, jika  terkait dengan varian yang ada dalam sekolah-sekolah yang         berbeda seperti fasilitas, kualitas guru yang masih  menggantungkan metode dan strategi pembelajaran mereka hanya terbatas pada buku pegangan, kualitas kepemimpinan dan juga kualitas informasi dan daya dukung.  

DAFTAR PUSTAKA
Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi  Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses  Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendikbud  Nomor   23   Tahun  2016   tentang   Standar  Penilaian Pendidikan                             
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Undang-undang  No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


42 komentar:

  1. Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum pada hakekatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada peserta didik. Oleh karena itu kurikulum harus dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni Pancasila

      Hapus
  2. Proses penerapan kurikulum bs berjalan dengan baik apabila semua komponen yg akan d capai sudah memadai,,
    Contoh sarana dan prasarana, kemampuan tenaga pendidik dan peningkatan kompetensi guru itu sendiri,, sehingga semuanya bisa tercapai sesuai dengan tujuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali pak,semua aspek harus saling terintegrasi dgn baik,saling mendukung satu sama lain,agar kurikulum itu dpt mencapai tujuan yg sebenarnya,bkn hanya sebagai sebuah dokumen

      Hapus
    2. Desain kurikulum yang bagus tanpa ada kolaborasi dari seluruh warga sekolah, daya dukung dan stakeholder sudah tentu akan menghambat tujuan yang telah direncanakan dalam kurikulum itu sendiri

      Hapus
  3. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengingat kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan pedoman pelaksanaan pembelajaran maka perumusan tujuan merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam sebuah kurikulum. Karena dengan tujuan yang jelas dapat memberikan arahan kepada guru dalam menentukan bahan atau materi yang harus dipelajari, menentukan metode dan strategi pembelajaran.

      Hapus
  4. Pelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum 2013 disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Yang dalam pelaksanaan nya tidak tampak lagi permata pelajaran, sudah terintegrasi dalam sebuah teman dan memiliki 3 aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, sikap dan perilaku dan keterampilan

      Hapus
  5. Terimah kasih informasinya.sangat bermanfaat untuk menambah ilmu mengenai kurikulum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama bu, kurikulum merupakan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran, karena pembelajaran dan kurikulum dua hal yang tidak dapat dipisahkan

      Hapus
  6. Apapun Kurikulumnya tetaplah terdapat fungsi bagi setiap yang terlibat di dalamnya, baik bagi guru, siswa, sekolah maupun pemerintah, yang kesemuanya itu menuju satu arah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua warga sekolah, sarana dan prasarana serta stakeholder harus selaras mendukung semua desain kurikulum sehingga implementasinya akan membuahkan hasil yang optimal sehingga tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa akan terwujud dengan terbentuknya peserta didik yang berkarakter mulia, cerdas, terampil dan memiliki kecakapan hidup dalam menghadapi zaman yang semakin berkembang

      Hapus
  7. Ada kurikulum ada siswa ada sarana dan prasarana tetapi tidak ada kesiapan dari guru apakah kurikulum akan terlaksana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. disini lah inti pentingnya. sebuah kurikulum dapat terlaksana dgn baik dari cara guru mengajarkan secara kreatif atau tidak. percuma bila semua terpenuhi bila guru tersebut tidak bisa memanfaatkan tuk pengajaran yang lebih baik.

      Hapus
    2. Guru memiliki peranan yang sangat besar dalam dunia pendidikan terkhusus dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan dapat menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.

      Hapus
  8. Bagaimana strategi implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran?

    BalasHapus
  9. Bagaimana strategi implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran?

    BalasHapus
  10. Strategi Implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan: 1) Pembelajaran Kontektual (CTL),2) Strategi belajar tuntas, 3) Bermain peran, 4) Pembelajaran partisipatif. Selain itu salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi K13 adalah kreativitas guru.Guru sebagai fasilitator harus dapat memberikan ruang kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan kreatif dalam PBM, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, efektif dan bermakna yang memperkenalkan kehidupan kepada peserta didik sesuai dengan konsep LEARNING TO KNOW, LEARNING TO DO, LEARNING TO BE dan LEARNING TO LIVE TOGETHER

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suksesnya Implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran tidak lepas dari partisipasi dan dukungan orang tua siswa dan lingkungan sekitarnya, untuk itu perlu juga dilakukan pendekatan ke berbagai unsur.

      Hapus
  11. Dalam implementasi kurikulum di sekolah kadang terhadi berbagai kendala dan hambatan di lapangan, baik dari faktor internal maupun faktor eksternal sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangan internal terkait dengan kondisi pebdidikan yang mengacu 8 standar nasional pendidikan. sedangkan eksternal berkaitan dengan masa depan, [ersepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta sebagai fenomena negatif yang mengemuka

      Hapus
  12. implementasi kurikulum 2013 ini kita di tuntut untuk mengorganisasikan pembelajaran secara efektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih lengkap lagi jika kita sebagai pendidik dapat mendesain pembelajaran dengan sebaik mungkin dengan menekankan pembelajaran yang mengedepankan pendekatan saintifik, sehingga siswa aktif dalam PBM dengan suasana kondisi kelas yang menyenangkan

      Hapus
  13. Pengembangan kurikulum 2013 menuntut kemampuan guru untuk mengelola dan mengemas pelajaran yang ingin disampaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai pendidik profesional sudah jadi kewajiban untuk mendesain pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik yang memuusatkan peserta didik sebagai objek dalam pembelajaran dengan menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, aktif, kreatif dan inovatif

      Hapus
  14. Kurikulum 2013 siap untuk dilanjutkan...yes...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum 2013 disebut kurikulum berbasis karakter dan secara resmi menggantikan KTSP

      Hapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. saya setuju seperti yang ditulis diatas Tanpa kurikulum sebagai sebuah rencana, maka pembelajaran dan pengajaran tidak akan efektif, demikian juga tanpa adanya pembelajaran, maka kurikulum tidak berarti apa-apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum dan pembelajaran harus selaras dalam penyelenggaraan pendidikan. Kedua fungsi tersebut merupakan salah satu sentral dalam mencapai tujuan pendidikan

      Hapus
  17. benar sekali, sebagus apapun kurikulumnya, tidak akan terimplementasikan dengan baik, jika terkait dengan varian yang ada dalam sekolah-sekolah yang berbeda seperti fasilitas, kualitas guru yang masih menggantungkan metode dan strategi pembelajaran mereka hanya terbatas pada buku pegangan, kualitas kepemimpinan dan juga kualitas informasi dan daya dukung. maka dari itu kurikulum harus mampu meningkatkan kegiatan siswa dalam belajar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, semua komponen itu harus berjalan berdampingan dan saling mengisi dalam pelaksanaan dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu lembaga pendidikan

      Hapus
  18. Implementasi kur 2013 akan berhasil dengan baik apabila seluruh elemen yang terlibat mau berperan aktif dalam pelaksanaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanpa ada kolaborasi yang baik dari berbagai elemen yang saling mendukung sudah pasti akan mempersulit dalam pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum 2013, memang harus ada saling mengoptimalkan perannya masing2 masing dalam menyongsong K13

      Hapus
  19. Kuriklm mrupakn salh satu alat utk mncapai tjuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikarena kurikulum merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan maka desain kurikulum sangatlah mendukung penting dengan memperhatikan tantangan interen dan eksteren.

      Hapus
  20. Kurikulum merupakan pedoman dalam proses belajar mengajar yang berkualitas, jadi desain kurikulum memang harus dicermati dengan seksama

    BalasHapus
  21. Untuk mendapatkan hasil yg optimal sesuai dengan tujuan pendidikan maka kurikulum harus didesain seefektif mungkin, yang memuat isi, tujuan dan cara yg akan dipedomani dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah

    BalasHapus
  22. kurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...

    BalasHapus
  23. Selama pelaksanaan kurikulum perlu dilakukan penialaian dan pemantauan yang berkenaan dengan desain kurikulum dan hasil pelaksanaan kurikulum serta dampaknya.

    BalasHapus