Selasa, 31 Oktober 2017

Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar



 
IMPLEMENTASI  KURIKULUM 2013 DI  SEKOLAH             DASAR
 
A.Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu.
Proses  pembelajaran  pada  Kurikulum  2013  untuk  semua  jenjang  dilaksanakan dengan  menggunakan  pendekatan  ilmiah  (saintifik).  Langkah-langkah  pendekatan ilmiah  (scientific  appoach)  dalam  proses  pembelajaran  meliputi  menggali  informasi melaui  pengamatan,  bertanya,  percobaan,  kemudian  mengolah  data  atau  informasi, menyajikan  data  atau  informasi,  dilanjutkan  dengan  menganalisis,  menalar,  kemudian menyimpulkan, dan mencipta. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi  seperti  ini,  tentu  saja  proses  pembelajaran  harus  tetap  menerapkan  nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah.
Proses penilaian pada Kurikulum 2013. Penilaian  pendidikan  sebagai  proses  pengumpulan  dan  pengolahan  informasi untuk  mengukur  pencapaian  hasil  belajar  peserta  didik  mencakup:  penilaian  otentik, penilaian  diri,  penilaian  berbasis  portofolio,  ulangan,  ulangan  harian,  ulangan  tengah semester,  ulangan  akhir  semester,  ujian  tingkat  kompetensi,  ujian  mutu  tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Proses  penilaian  dalam  kurikulum  2013  dirasakan  lebih  sulit  dan  rumit.
B. Survey Implementasi Kurikulum 2013
Tahun 2017 implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. dalam implementasi K-13 revisi 2017 lebih menekankan aspek (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21. Dari sudut pandang penulis yang merupakan bagian dari pendidik di sekolah yang sebagian tingkatan kelasnya sudah melaksanakan Kurikulum 2013, melalui kegiatan wawancara dari beberapa teman sejawat yang  mengajar dengan kelas pelaksana Kurikulum 2013 ada beberapa hal yang masih menjadi permasalahan atau kendala dalam pengimplemntasian Kurikulum 2013 di sekolah dasar diantaranya:
a)      Sulitnya mengubah mindset guru
Sesuatu yang baru itu memang agak sulit untuk diterima, tetapi sebagai pendidik Profesional harus mampu membuka pemikiran dan menerima perubahan. Bilamana  guru  mampu  berfikir  jernih  dan  besedia  merubah  paradigma  dalam menghayati  sistem  pendidikan  nasional  dan  menyadari  tantangan  global,  maka impementasi  kurikulum  2013  tidak  menjadikan  beban  yang  berlebihan  bagi  guru  dan sekolah. Dunia pendidikan  sudah harus memiliki cara pandang bahwa  kompetensi masa depan  yang  diperlukan  dalam  menghadapi  arus  globalisasi  antara  lain,  memiliki kecerdasan  spiritual  yang  baik,  memiliki  kemampuan  berkomunikasi,  kemampuan berpikir  jernih  dan  kritis,  memiliki  moral  yang  baik  sehingga  menjadi  warga  negara yang bertanggungjawab dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, dan kemampuan hidup  dalam  masyarakat  yang  mengglobal.  Disamping  itu,  generasi  Indonesia  juga harus memiliki minat luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk bekerja, memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan memiliki rasa tanggung-jawab terhadap lingkungannya.
b)      Perubahan proses pembelajaran dari teacher centered ke student centered
Meninggalkan gaya belajar konvensional, kebanyakan mereka belum dapat beralih dari kebiasaan lama, berperan sebagai guru (yang sifatnya mendominasi kelas), padahal pada Kurikulum 2013, guru lebih diharapkan berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitasi untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning), dan pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa.
c)      Pengelolaan perangkat pembelajaran, lemahnya penguasaan bidang administrasi.
d)     Proses penilaian yang dianggap rumit. Banyak yang belum paham dalam memberikan penilaian dalam implementasi kurikulum 2013, 
e)      Guru masih kesulitan menerapkan scientific approach dalam kegiatan belajar mengajar. Pada intinya kurikulum 2013 ini menuntut guru lebih kreatif dan inovatif dalam proses pengajaran, seperti biasa hal yang baru akan mendapat penolakan karena sudah nyaman dengan proses pembelajaran yang sudah dilakukan sebelumnya,
f)       Kurangnya penguasaan IT Oleh Guru
g)      Minimnya sarana dan prasarana sekolah
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pendidikan bahwa kualitas pendidikan tersebut juga didukung dengan sarana dan prasarana yang menjadi standar sekolah atau instansi pendidikan terkait. Sarana prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas belajar siswa. masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.
h)      kecenderungan guru yang lebih banyak menekankan aspek kognitif. Padahal, semestinya guru juga harus memberikan porsi yang sama pada aspek afektif dan psikomotorik.
C. KESIMPULAN
Implementasi kurikulum 2013 juga hampir mirip dengan kurikulum KTSP, yaitu  menggunakan prinsip yang: (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreatifitas peserta didik,  (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang,  (4)  bermuatan  nilai,  etika,  estetika,  logika,  dan  kinestetika,  dan  (5) menyediakan  pengalaman  belajar  yang  beragam  melalui  penerapan  berbagai  strategi dan  metode  pembelajaran  yang  menyenangkan,  kontekstual,  efektif,  efisien,  dan bermakna.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan tematik integratif, pendekatan scientific, dan juga penilaian auntentik. Tematik integrative merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema, pendekatan scientific merupakan pendekatan melalui menanya, mencoba, dan menalar, sedangkan penilaian autentik merupakan penilaian yang mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
D. SARAN
Mengacu pada permasalahan-permasalahan tersebut, pastinya pemerintah harus memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013. Jika yang ingin dicapai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling banyak diharapkan pada sekolah dasar, akan lebih baik jika dalam segi penilaian juga tidak terlalu dipusingkan dengan format-format penilaian yang menyulitkan. Guru, hendaknya mampu mengembangkan metode dan media pembelajaran dan belajar menjadi manusia pembelajar. Kegiatan supervisi untuk mengetahui perkembangan guru dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi guru ketika mengajar, serta pemerataan pelatihan terhadap guru dan berkesinambungan.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional, 2003. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Depdiknas
Peraturan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan  No. 21 Tahun 2016 tentang Kurikulum 2013 (Standar Isi). Jakarta: Depdiknas
Peraturan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan  No. 22 Tahun 2016 tentang Kurikulum 2013 (Standar Proses). Jakarta: Depdiknas
Peraturan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan  No. 23 Tahun 2016 tentang Kurikulum 2013 (Standar Penilaian). Jakarta: Depdiknas
Peraturan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan  No. 24 Tahun 2016 tentang Kurikulum 2013 (KI dan KD). Jakarta: Depdiknas

51 komentar:

  1. Banyak kendala dalam pelaksanaan kurtilas ini, yg terpenting adalah harus ada komunikasi dan singkronisasi baik pemerintah,sekolah,guru,siswa dan orang tua.

    BalasHapus
  2. Kurikulum tidak akan berjalan dengan efektif tanpa ada kerjasama antara pihak sekolah dengan stakeholder.semua pihak yang berkepentingan harus secara bersama sama mendukung pelaksanaan kurikulum.

    BalasHapus
  3. Kurikulum yang diberlajukan di suatu sekolah itu perlu ada dukungan dari berbagai kalangan. Baik itu guru, orang tua, komite sekolah, dan Stake Holder yang lainnya. Agar apa yang menjadi sasaran itu bisa tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali bapak. Semua pihak yg berkepentingan dalam penyelengggaraan kurikulum harus saling merangkul dan menjalin kerjasama yang baik agar sasaran dan tujuan kurikulum tercapai

      Hapus
  4. Kurikulum yang diberlajukan di suatu sekolah itu perlu ada dukungan dari berbagai kalangan. Baik itu guru, orang tua, komite sekolah, dan Stake Holder yang lainnya. Agar apa yang menjadi sasaran itu bisa tercapai

    BalasHapus
  5. Kurikulum.2013 ini memberikan gambaran secara rinci tentang Pencapaian Kompetensi dan lrbih menekanan pada pembentukan MENTALITAS anak melalui Aspek Sikap Religius, dan Sosial

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum 2013 sering disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter.Pergantian kurikulum oleh kementrian pendidikan karena dianggap generasi bangsa saat ini sangat jauh dari makna kata generasi terdidik. Generasi pintar, mampu di era globalisasi, sangat menguasai teori, berpengetahuan tinggi dan lain-lain. Akan tetapi kecerdasan keterampilan dan kepekaan sosial serta bobroknya moral generasi sangat dibawah ambang batas bila dikaitkan sebagai generasi emas bangsa. Maka dari itu dalam kurikulum 2013 ini lah karakter bangsa lebih disorot atau dijunjung tinggi keberadaannya, sebagai langkah menyelamatkan harkat martabat bangsa Indonesia.

      Hapus
  6. ibu, bagaimana sikap ibu sebagai guru menghadapi persoalan ini : kecenderungan guru yang lebih banyak menekankan aspek kognitif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya dalam dunia pendidikan, terdapat tiga ranah yang harus dikuasai siswa, kognitif, afektif dan psikomotor. Seharusnya ketiga ranah tersebut dalam realitas pembelajaran harus diimbangi dan diupayakan seefektif mungkin, jadi tidak bisa hanya menekankan satu aspek saja. Guru tidak bisa hanya meningkatkan intelektual anak saja tanpa ada usaha dalam menumbuhkan karakter dan keterampilan. Guru harus mampu mengajarkan kompetensi sekaligus karakter dan kemampuan skill, karena kompetensi tanpa karakter akan rusak dan karakter tanpa skill akan pincang

      Hapus
  7. Rata rata keluhan guru dlm implementasi k13 adalah ribetnya sistem penilaian,smga kedepan seiring berjalannya waktu,kita terbiasa dgn penilaian sesuai dgn tuntutan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu, kita hanya belum terbiasa saja dengan hal yang baru dan belum membuka hati dengan sepenuh jiwa untuk menerima perubahan yang ada dalam dunia pendidikan.

      Hapus
  8. Kurikulum 2013 menerapkan sistem penilaian sikap.Bagaimana memberikan penilaian sikap secara objektif kepada semua peserta didik??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap kegiatan pembelajaran pasti memiliki tujuan akhir yang ingin dicapai.Penilaian sikap menjadi sangat penting, hal ini berkaitan dengan motivasi dan minat peserta didik saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Penilaian sikap ada 2 jenis yaitu sikap spiritual dan sosial. Dalam sistem pendidikan penilaian ketercapaian kompetensi siswa mengacu pada indikator. Oleh karena itu susunlah dulu indikator secara jelas dan terstruktur. Dalam konteks penilaian sikap indikator merupakan tanda-tanda yang muncul dari peserta didik dan dapat diamati oleh observer. Bisa melalui observasi langsung ( pengambilan data dilakukan secara langsung terhadap objek) dan tidak langsung (melalui teman sejawat atau orang tua). Bentuk instrumen observasi secara umum berbentuk daftar cek yang memuat pertanyaan yang mengarah kepada sikap dan perilaku yang terlihat selama kegiatan observasi.

      Hapus
  9. Intinya..., semua kurikulum itu bagus karena sejatinya pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai pembaharuan yang dianggap perlu untuk diterapkan. Tinggal bagaimana pelaksana (sang eksekutor) dalam hal ini gurunya. Siap atau tidak dengan berbagai perubahan yang ditetapkan pemerintah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bu, sebagai pendidik Profesional harus mampu membuka pemikiran dan menerima perubahan. Bilamana guru mampu berfikir jernih dan besedia merubah paradigma dalam menghayati sistem pendidikan nasional dan menyadari tantangan global, maka impementasi kurikulum 2013 tidak menjadikan beban yang berlebihan bagi guru dan sekolah

      Hapus
  10. Kalau semua rangkai di jalani dg baik oleh seorang guru,, mudah-mudahan guru tidak kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013...penilaian pun begitu,,, intinya ada niatan untuk merubah diri menjadi lebih baik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seorang guru profesional harus siap menerima setiap perubahan dalam pendidikan, karena jauh sebelum itu pasti sudah dirumuskan dengan baik oleh pemerintah arah dan tujuan yang akan dicapai dalam pendidikan.

      Hapus
  11. Kalau semua rangkai di jalani dg baik oleh seorang guru,, mudah-mudahan guru tidak kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013...penilaian pun begitu,,, intinya ada niatan untuk merubah diri menjadi lebih baik...

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. Menurut ibuk Sebagai seorang guru bagaimana cara mengatasi kendala dalam sarana dan prasana dalam pembelajaran k13 khususnya di daerah terpencil? Terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sarana dan prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas belajar siswa. Kalau kita merujuk ke Permendiknas no.24 Tahun 2007 tentang stadar sarana dan prasarana untuk Sekolah. Jika itu belum terpenuhi harus ada koordinasi dengan pemda setempat. Tapi menurut saya sebagai pendidik walaupun dengan keterbatasan sarana yang penting WILLINGNESS. Karena yang terpenting itu adalah peran GURU selaku pengajar. Kreativitas dan keberanian guru berinovasi, keluar dari praktik-praktik lawas adalah kunci keberhasilan dari sebuah Kurikulum, karena sebagus apapun kurikulum dan selengkap apapun sarana dan prasana tapi kalau gurunya masih mengajar dengan konvensional sudah pasti tujuan pendidikan tidak akan tercapai dengan optimal.

      Hapus
  14. Pelaksanaan Kurtilas banyak sekali mengalami masalah yg dihadapi oleh sekolah pelaksana,dibutuhkan kerjasama dan koordinasi dari semua pihak yang terkait

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bu, semua pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan harus bahu membahu dan saling kerjasama dalam menyongsong keberhasilan Kurtilas

      Hapus
  15. Menurut pendapat anda apa yg paling penting bgi pendidik dalam menyikapi kelemahn tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagai pendidik Profesional harus mampu membuka pemikiran dan menerima perubahan.sejatinya pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai pembaharuan yang dianggap perlu untuk diterapkan. Bilamana guru mampu berfikir jernih dan besedia merubah paradigma dalam menghayati sistem pendidikan nasional dan menyadari tantangan global, maka impementasi kurikulum 2013 tidak menjadikan beban yang berlebihan bagi guru dan sekolah.Willingness dan harus mampu berinovasi dan kreatif dalam memanfaat kondisi dan lingkungan belajar.

      Hapus
  16. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap perubahan kurikulum harus selalu disosialisasikan kepada seluruh pihak terkait sehingga hambatan-hambatan tidak selesaikan hanya oleh guru saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak, sosialisasi dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait sangatlah diperlukan sehingga kita semua akan paham dengan arah dan tujuan yang akan dicapai dalam sebuah kurikulum sehingga dengan demikian dapat meminimalisir hambatan-hambatan yang ada.

      Hapus
  17. Seorang guru yang baik selalu mencari tahu :
    - kelemahannya dan solusinya
    - kelebihan yang Allah berikan,dan.
    memamfaatkan kekebihan di jalan
    kebaikan
    - kendala yang di hadapi dalam
    Melaksanakan tugasnya,dan jalan
    keluarnya.
    - apa yang harus dikerjakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.WILLINGNESS,yang memiliki peran sangat besar dan merupakan kunci keberhasilan yang datang dari diri sendiri menjadi aktor pertama dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengajar. 2.Mendidik dengan hati, apapun kendala akan terasa ringan bukan menjadi beban.3. Mampu keluar dari gaya konvensional dengan berani berinovasi.

      Hapus
  18. bagaimana solusi mengenai guru yang kurang paham akan ICT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar..dan belajar..Belajar tidak memandang waktu dan tingkatan umur. Kuncinya ada pada sang pengajar mau tidak ia menerima perubahan seiring dengan tuntutan zaman yang sekarang berada diera Teknologi yang serba canggih. pusat pelatihan ICT sudah banyak atau disekolah bisa belajar dengan teman sejawat yang mampu tentang ICT.

      Hapus
  19. Kurang penguasaan IT karena guru belum memahami cara penggunaan dan fungsi dari IT,hendaknya di berikan sosialisasi dan dukungan positif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langkah awal guru diberikan pemahaman tentang fungsi IT dan dampaknya dalam pembelajaran. Guru mau berlatih cara menggunakannya dan bila perlu pengembangan IT sebagai salah satu media dalam pembelajaran.

      Hapus
  20. Kurikulum 2013 ini menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada dasarnya guru dan siswa itu sama-sama manusia pembelajar.Guru harus terus belajar agar ilmu yang dimilikinya terus bertambah. Dengan menjadi manusia pembelajar guru haus akan informasi dan pengetahuan terbaru.

      Hapus
  21. Kurikulum K13 , saat ini sudah tepat mengingat karakter anak bangsa sekarang mulai pudar, maka perlu gebrakan kurikulum K13 yang memunculkan K1 ,K2 harapannya ada keseimbangan kecerdasan . Tetapi untuk mewujudkannya harus sinergi baik pendidik , tenaga kependidikan dan pemangku kepentingan lainya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak, untuk mencapai tujuan dari pada Kurikulum 2013 semua pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan harus bersinergi dan bekerjasama dengan baik dan efektif.

      Hapus
  22. nah dari paparan dan hasil observasi pengamatan ibu suci di atas mengenai implementasi kurikulum 2013 ini,dengan bnyak problematika yg trjadi sya trtarik dgn prmasalahan sulitnya mengubah mindset atau cara pandang guru untuk menerima perubhan kurikulum 2013 ini,sekiranya upaya apa yg dpat kita lakukan agar pemikiran guru trsebut bisa berubah dan bisa menerima perubahan yg trjadi,mhon penjelasannya ibu suci ??

    BalasHapus
  23. Berbicara mindset menurut saya harus berawal dari diri pendidik sendiri. Ability (kemampuan)and Willingnes. Guru harus siap dan memahami fungsi dan perannya sebagai fasilitator dan mediator dalam pendidikan yang menciptakan insan cerdas, menumbuhkan akhlak mulia dan mampu bersaing di zaman yang penuh dengan tuntutan perubahan.

    BalasHapus
  24. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
  25. Benar, masih banyak guru yang ogah-ogahan untuk menjadi manusia pembelajar, padahal banyak sekali dampak positif yang didapat kalau guru mau membuka hati menjadi manusia pembelajar. Guru tidak bisa diam ditempat tanpa ada inisiatif untuk kreatif dan mampu membuka terobosan-terobosan baru dalam pengajaran.Guru juga harus mampu mengubah kebiasaan lama dan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dalam menciptakan generasi emas.

    BalasHapus
  26. Menurut ibu, apa saja sumber daya yang menjadi pendukung keberhasilan implementasi kurikulum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. sumber belajar.
      2. Management kepemimpinan
      3.strategi dan model model pembelajaran
      4. Kualitas kinerja guru

      Hapus
  27. Kurikulum 2013, memang menuntut guru untuk berkreatif dan berinopatif,guna untuk meningkatkan pendidikan yg lebih berkembang sesuai dgn kebutuhan zaman..wslm....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Guru kreatif dan inovatif sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran baik itu pada kurikulum KTSP terlebih lagi bagi pelaksana K13

      Hapus
  28. ass, dalam menanggapi permasalahan penerapan k13 alangkah baiknya sering dilakukan pelatihan guru dan kepalah sekolah terhadap penerapan k13 dan melakukan evaluasi, kontrol terhadap penerapan agar setiap kekurangan dapat tertutupi dan teratasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelatihan untuk kepala sekolah dan guru sebenarnya sudah sering dilakukan baik dari pusat maupun pemda tapi hanya saja belum merata kepada semua guru yg melaksanakan K13.

      Hapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Menurut ibu bagai mana cara mengatasi kurangnya penguasaan IT guru khususnya guru-guru yang tua?

    BalasHapus
  31. Belajar pada dasarnya tidak mengenal usia. Setiap pendidik seharusnya mau menjadi manusia pembelajar.belajar apapun, baik mengenai profesi termasuk itu IT.Bentuklah KKG Mini di sekolah dan masukkan materi belajar IT. Memang butuh kesabaran untuk paham, namun minimalnya tidak terlalu GAPTEK nian lah, dan memberikan pemahaman kepada guru bahwa kita sekarang hidup di era tekhnologi yg tidak bisa kita hindari.

    BalasHapus